Kamis, 05 Januari 2017

Nganggur di Finlandia Dapat Gaji Rp 7,8 Juta Sebulan

Tags


Negara Skandinavia Finlandia akan menjadi negara pertama di Eropa yang akan memberikan "gaji" bagi warganya yang tidak mempunyai pekerjaan alias pengangguran. Dengan eksperimen sosial ini diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan serta meningkatkan lapangan pekerjaan, para pengangguran akan mendapatkan gaji sebesar 560 euro atau sekitar Rp 7,8 juta sebulan. Percobaan ini akan mulai diberlakukan mulai 1 Januari 2017 selama dua tahun terhadap 2.000 warga penganggur Finlandia yang dipilih secara acak.

Mereka yang terpilih dalam eksperimen ini akan menerima uang Rp 7,8 juta setiap bulan dan tidak mempunyai kewajiban untuk melaporkan penggunaan uang tersebut. Uang bulanan terhitung besar bagi penduduk Indonesia ya tetapi bagi para pengangguran ini gaji tersebut sangat jauh di bawah rata-rata pendapatan warga Finlandia yang bekerja di sektor swasta, sebesar 3.500 euro atau sekitar Rp 49 juta per bulan.

Olli Kangas dari KELA, badan pemerintah yang mengurusi masalah tunjangan sosial, menjelaskan, jika ide dari pemberlakuan skema ini merupakan usaha untuk menghilangkan "masalah insentif" di kalangan para penganggur.

Di Finlandia, seorang penganggur umumnya akan menolak pekerjaan yang bergaji rendah atau dengan masa kerja yang singkat. Karena para pencari kerja khawatir keuntungan finansial mereka akan menurun drastis di bawah sistem jaminan sosial Finlandia yang sangat murah hati tetapi rumit.

Skema ini bertujuan agar para penganggur ini mau menerima pekerjaan apa pun tanpa harus khawatir kehilangan tunjangan sosial dari pemerintah.

"Mereka yang terpilih tetap menerima 560 euro sebulan meskipun telah mendapatkan pekerjaan pada masa percobaan ini," tutur Olli.

Selain itu skema ini, sekaligus menjadi eksperimen terkait dengan perilaku warga, khususnya mereka yang tidak memiliki pekerjaan.

"Apakah skema ini akan mendorong mereka mencoba berbagai pekerjaan atau seperti yang disampaikan sejumlah kritikus, skema ini akan membuat mereka lebih malas karena bisa memenuhi kebutuhan dasar tanpa harus bekerja," kata Olli.

Tingkat pengangguran di Finlandia, negara dengan jumlah penduduk 5,5 juta jiwa, tercatat sebesar 8,1 persen sampai November 2016. Skema unik ini merupakan bagian dari langkah yang diambil pemerintahan kanan-tengah pimpinan PM Juha Sipila untuk mengatasi masalah pengangguran di Finlandia

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon