Ngeri, Buaya Berkeliaran di Kolong Rumah Warga

Posted on

Seekor buaya terlihat berkeliaran di kolong rumah warga, di desa Sangatta Utara, Sangatta, kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, dalam 2 bulan terakhir. Meski Minggu (8/1) kemarin warga berhasil menangkap seekor buaya dengan panjang 1,3 meter, warga masih saja dibikin was-was.

Buaya yang terlihat di kolong permukiman warga itu, diduga berasal sungai Sangatta, untuk mencari makan. Meskipun sejauh ini, belum ada ternak yang dimangsa buaya, dikhawatirkan buaya tersebut nantinya akan memakan hewan peliharaan mereka, bahkan memangsa manusia.

“Ada banyak terlihat buaya, ya di kolong rumah warga ya. Ukuran terbesar 2,5 meter. Sepertinya dari sungai Sangatta yang sempat nyaris meluap, naik ke darat cari makan,” kata Ketua RT 09 Sangatta Utara, Daryanto, kepada merdeka.com, Senin (9/1).

Tidak hanya aktivitas warga di pagi hari, hingga siang, sore dan malam hari pun, warga dibuat tidur tidak nyaman. Warga pun tidak jarang membatasi aktivitas mereka, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

“Tentu lah, kami was-was. Ada 2 RT, selain di RT 09, juga di RT 52 yang berbatasan dengan kami. Jadi ekstra hati-hati. Padahal, daerah tempat tinggal kami ini, bukan dekat hutan tapi rawa,” ujar Daryanto.

Diterangkan Daryanto, sekian lama dikhawatirkan, baru Minggu (8/1) kemarin, warga dibantu dengan aparat desa dan kecamatan hingga relawan, menangkap buaya berukuran 1,3 meter, dan dipindahkan ke sungai Sagatta. Sementara induk dari buaya itu, diperkirakan masih berkeliaran.

“Ya, baru kemarin setelah 3 kali kita lakukan upaya pencarian, berhasil menangkap 1 buaya. Sepertinya induknya itu masih di bawah kolong,” ungkap Daryanto.

Dikonfirmasi merdeka.com terpisah, pelaksana tugas kepala Desa Sangatta Utara Durahman juga membenarkan keresahan warganya, dalam 2 bulan terakhir ini. Menurut dia, dalam hari ke depan, terus dilakukan pemantauan di sekitar permukiman warga bersama RT setempat, terutama di malam hari.

“Ya, warga was-was. Apalagi buaya yang kita tangkap Minggu kemarin itu, berbeda dengan buaya yang berhasil difoto warga tanggal 26 Desember 2016 lalu. Yang difoto warga itu, buayanya lebih besar, diperkirakan induknya,” ungkap Durahman.

“Kalau buaya yang kita tangkap kemarin sore itu, kita serahkan ke kantor Balai Taman Nasional Kutai (TNK), untuk dilepaskan di Sungai Sangkima. Yang jelas, sekarang kami masih terus memantau keberadaan buaya lainnya,” demikian Durahman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *